Bupati Pasbar Sikapi Perkembangan Perekonomian Masyarakat Nelayan Pulau Panjang

med_2207130910_bupati-pasbar-sikapi-perkembangan-Bupati Pasaman Barat (Pasbar) H. Baharuddin, R, di dampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Nelyarwisma, beserta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat, kunjungi Nagari Airbangis. Tepatnya para nelayan yang ada di Jorong Pulau Panjang, Kecamatan Sungai Beremas, Rabu (17/7).

Kehadiran rombongan  ke  nagari itu,  murni untuk menyikapi perkembangan perekonomian warga setempat. Dengan memberdayakan potensi alam yang ada. Tak ayal saat itu bupati melepas sekitar 4 ribu bibit ikan kerapu pada Keramba Jala Apung (KJA) binaan Dinas Kelautandan Perikanan Pasbar.

Selain itu rombongan juga menyerahkan bantuan dari  Kementerian Perikanan dan Kelautan RI, berupa   mesin kepinting type GTX 200 untuk nelayan setempat.

Pada kesempatan itu H. Baharuddin, katakan, binaan dinas terkait atas pengembangan atau budidaya ikan kerapu  di perairan lau Jorong Pulau Panjang itu, akan menjadi handalan Pasbar kedepan. Pasalnya potensinya sangat menjanjikan.

Hasil KJA ini sangat menjanjikan  nantinya. Baik untuk nelayan setempat, maupun untuk nama baik Pasbar dimata Nasional. Karena ikan kerapu merupakan salah satu ikan laut yang  diekspor”, sebutnya.

Ia juga mengatakan,  program budidaya ikan kerapu itu sangat luar biasa, kalau seandainya dapat dibuktikan kemajuannya oleh nelayan dan dinas terkait.

Untuk itu sebutnya, ia meminta kepada dinas terkait untuk terus memperhatikan perkembangan nelayan di Pasbar. Terhadap pengembangan ikan kerapu agar terus dipantau dan dibina hingga berhasil.

Sementara itu.  Harapan Bupati itu disambut  baik Nelyarwisma. Pasalnya pihaknya juga sudah membuat komitmen bahwa budidaya ikan kerapu salah satu handalan masyarakat nelayan di Pasbar, termasuk di Jorong Pulau Panjang.

Sepanjang sejarah dan berdasarkan kajian ekonomis. Potensi tersebut salah satu sumber mata pencaharian nelayan yang sangat potensial untuk diberdayakan.

Salah satu langkah bijak yang dilakukan  menuju pemanfatan potensi laut Pasbar itu. Sekarang sudah ada sekitar 50 lobang Keramba Jala Apung (KJA) budidaya ikan kerapu di Aia Bangih, Kecamatan Sungai Beremas. Dengan kondisi mulai penaburan benih dan sudah ada juga yang hampir panen.

Ia katakan, budidaya ikan kerapu di Pasbar diharapkan akan mampu mengangkat taraf hidup ekonomi masyarakat pesisir. Sebab, ikan kerapu disamping ikan dengan kualitas ekspor juga harga jual yang sangat tinggi.”Bisa dijual sekitar Rp 500 ribu perkilo gram,” katanya.

Kalau program tersebut sudah jalan, nelayan tidak lagi hanya menghandalkan tangkapan  melaut sebagi sumber perekonomian.

Diakutinya. Pengembangan ikan kerapu di Pulau Panjang sudah dimulai sejak 2012. Dalam perkembangnnya terlihat luar biasa bagus. Saat ini DKP Pasbar tengah berupaya terus, baik ketingkat provinsi maupun kepusat untuk mendapatkan bantuan.

Dengan dana APBD kita tidak akan mungkin sanggup, makanya kita berusaha mendapatkan bantuan dari provinsi dan pusat. Insya Allah dalam tahun ini akan ada juga bantuan itu,” imbuhnya.

Kepala UPT BBI Sumbar, Joko Sutoko mengatakan, dari sekian banyak pinggiran pantai di Sumbar, Pasbar dan Pesisir Selatan dua kabupaten yang sangat tinggi potensinya untuk budidaya ikan kerapu.

Sementara ikan kerapu yang ada di Pasbar sejenis ikan kerapu bebek, dengan harga ekspor 300 sampai 600 ribu perkilogram.

Sumber:pasamanbaratkab.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s